SAVE FISHERMAN - SISTIM PERINGATAN DINI UPWELLING



//
Posted on November 12, 2015 at 1:23 PM

//

Untuk mengetahui gejala dini terjadinya upwelling di perairan air tawar. Upwelling dapat mengakibatkan kematian masal pada ikan peliharaan Petani ikan Karamba didanau-danau air tawar. Sehingga sangat merugikan petani kecil. Dengan menempatkan sensor di perairan dan dimonitor melalui web serta pemasangan alarm diharapkan dapat menghindari bencana tersebut.




Nama : Dadan Mardansyah

Judul Ide/Proyek : SAVE FISHERMAN SISTIM PERINGATAN DINI UPWELLING

Tujuan Proyek : Untuk menghindarkan kejadian mati masal pada ikan peliharaan PetaniIkan di Danau/Waduk yang sangat merugikan petani kecil.

Overview.

FENOMENA UPWELLING DI WADUK DAN DANAU
Peristiwa tahunan yang biasa terjadi pada akhir Desember atau pada awal tahun (Januari-Februari) ini juga dikenal dengan naiknya air putih dan overturn (arus balik). Berbeda dengan peristiwa upwelling di lautan, dimana air yang naik membawa banyak unsur hara yang berguna, overturn atau arus balik pada waduk/ danau justru menyebabkan naiknya gas beracun dari dasar perairan ke permukaan air.

Pada bulan Januari-Februari (musim hujan), biasanya ditemui kondisi angin dan mendung berkepanjangan, menyebabkan suhu air permukaan lebih dingin, dan berat jenis meningkat. Perlu diingat bahwa diatas suhu 4o C, air yang bersuhu lebih dingin mempunyai berat jenis yang lebih besar dibandingkan air yang suhunya lebih panas. Ketika berat jenis air di permukaan lebih besar dari air pada lapisan air lebih dalam, air permukaan akan turun mendesak air bagian dalam, dan terjadilah arus balik vertical. Sebenarnya, yang paling merugikan pada proses upwelling di danau atau waduk ini adalah naiknya tumpukan material organik serta gas beracun sebagaimana sudah disinggung sebelumnya. Hal ini terjadi karena perairan dasar waduk dan danau cenderung statis sehingga biasanya kekurangan oksigen. Kurangnya oksigen mengakibatkan tidak sempurnanya proses penguraian material organik yang menumpuk di dasar. Efek penguraian yang tidak sempurna itu akan menghasilkan gas-gas beracun H2S, metan (CH4), maupun amoniak (NH3).

TANDA-TANDA UPWELLING DI PERAIRAN
Selain tanda-tanda cuaca (mendung, angin, serta hujan), berikut beberapa parameter yang dapat dijadikan indikasi akan munculnya upwelling:

1. Parameter fisika air: kecerahan di atas normal (akibat die-off atau kematian massal plankton)
2. Suhu: suhu yang menurun drastis merupakan titik kritis pertanda akan terjadi upwelling.
3. Parameter biologi: plankton yang cenderung menyukai sinar matahari sedang sampai rendah (fototaksis sedang-rendah)—yaitu jenis-jenis plankton yang berflagella (Gymnodinium sp, Paramaecium sp, dsb.) muncul di permukaan. Ikan-ikan liar yang suka hidup di kedalaman dan pertengahan perairan terlihat muncul di permukaan air (contohnya ikan golsom).
4. Parameter kimia: pH, total ammonia nitrogen (TAN), Nitrit (NO2-), bahan organik (Total Organic Matter atau TOM), akan mengalami peningkatan dibandingkan normal, dan dalam kondisi ekstrim, oksigen terlarut (DO) akan menurun drastis sampai upwelling terjadi (0 mg/L). Sebagai contoh, DO dalam keadaan normal adalah 4.38 – 5.07 (data tahun 2008) dan sebelum upwelling DO menurun hingga 2.0 mg/L. Saat upwelling terjadi DO mencapai 0 mg/L (Grafik 1, lihat anak panah). Penurunan oksigen terlarut yang sangat tinggi, akan diikuti dengan nilai TAN, NO2- dan bahan organik yang tinggi pula.(BAIT CP PRIMA Vol.5/Sep 2013)

METODOLOGI

Salah satu parameter yg dapat dijadikan indikasi akan munculnya upwelling adalah suhu yang menurun drastis pada permukaan dan suhu dalam yg lebih tinggi, sehingga menjadikan perbedaan yg signifikan. Oleh sebab itu alat yang akan dibuat adalah dengan  menempatkan beberapa sensor suhu DS18B20 pada kedalaman yang berbeda mulai dari permukaan sampai  dasar perairan. Kemudian dihubungkan dengan modul esp8266 yg akan mengirimkan datanya melalui jalur internet. Untuk  selanjutnya data  tersebut dapat memberikan peringatan dini kepada petani ikan dan dinas terkait. untuk segera melakukan menyelamatan terhadap ikan2 yg dipelihara.

Waktu Pengerjaa

Diperkirakan selam 2 minggu. Minggu pertama perakitan dan penyelesaian alat dan aplikasi penunjang. Minggu kedua ujicoba dan perbaikan dan penyempurnaan alat dan system.

BIAYA

Biaya yang diperlukan diperkirakan kurang dari Rp. 1 juta .


Leave a Comment:

Please Sign in First

Dias1001@yahoo.com November 12, 2015 at 1:23 PM

Ide yang bagus untuk menekan kerugian pada petani ikan yang disebabkan kejadian upwelling.

Ronald November 12, 2015 at 1:23 PM

Nice Project........